Rabu, 03 Agustus 2011

BELAJAR

A. PENGERTIAN BELAJAR
Belajar merupakan dasar untuk memahami perilaku. Melalui proses belajar, individu beradaptasi dengan lingkungannya sehingga dapat bertahan hidup. Belajar merupakan proses perubahan perilaku dan pengetahuan berdasarkan pengalaman.

B. PRINSIP BELAJAR
1.Belajar sebagai usaha memperoleh perubahan tingkah laku
Perbedaan individu menyebabkan setiap individu yang belajar juga akan
menghasilkan perubahan yang beragam pula. Perubahan yang terjadi akan
menghasilkan beragam tingkah laku individu. Perubahan tingkah laku yang
dihasilkan oleh proses belajar harus memenuhi kriteria:
a)Perubahan yang disadari
Individu yang belajar menyadari adanya perubahan dan merasakan perubahan
yang terjadi pada dirinya.
b)Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional
Perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar berlangsung terus menerus
dan tidak statis. Satu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan
berikutnya dan memberi manfaat bagi proses belajar berikutnya.
c)Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif
Perubahan bersifat positif artinya perubahan tertuju untuk memperoleh
sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan perubahan bersifat
aktif artinya bahwa perubahan itu tidak terjadi dengan sendirinya
melainkan terjadi karena usaha individu yang belajar.
d)Perubahan bersifat permanen, menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan
terus menerus dan memiliki tujuan yang jelas.
2.Hasil belajar ditandai dengan perubahan seluruh aspek tingkah laku.
Perubahan tidak hanya pada satu aspek tingkah laku tetapi seluruh aspek
tingkah laku secara integral. Jadi perubahan pada salah satu aspek akan
menghasilkan perubahan pada aspek tingkah laku lainnya.
3.Belajar merupakan suatu proses
Perbuatan belajar merupakan suatu kegiatan bukan benda statis. Perbuatan
belajar merupakan suatu bentuk usaha aktif individu untuk mencapai suatu
tujuan.
4.Proses belajar terjadi karena ada dorongan dan tujuan yang akan dicapai
5.Belajar merupakan bentuk pengalaman
Perubahan tingkah laku individu dalam proses belajar merupakan hasil
pengalamannya. Dengan demikian perbuatan belajar tidak dapat dipisahkan dari
situasi kehidupan individu.

C. TEORI-TEORI BELAJAR
1.Belajar Asosiatif
Merupakan teknik belajar dengan membuat suatu asosiasi atau hubungan baru dari
dua peristiwa. Belajar asosiatif merupakan bentuk belajar yang paling dasar.

Ada dua bentuk belajar asosiatif :
a.Pengkondisian Klasikal (classical conditioning)
Organisme belajar bahwa dua stimulus cenderung berjalan bersama-sama.
Tokoh yang mengemukakan teori ini adalah Ivan Petrovich Pavlov. Ia
melakukan percobaan kepada seekor anjing. Dari hasil percobaannya itu
Pavlov mendapatkan kesimpulan bahwa gerakan-gerakan refleks itu dapat
berubah dan dipelajari lewat adanya latihan. Pavlov membedakan dua macam
refleks, yaitu refleks wajar (unconditioned response) dan refleks
bersyarat (conditioned response). Refleks wajar adalah refleks yang
terjadi secara alami => ketika melihat daging anjing mengeluarkan air
liur. Berbeda dengan refleks bersyarat adalah refleks yang terjadi karena
adanya syarat-syarat yang menimbulkan reaksi (respon) =>air liur keluar
setelah anjing mendengar bunyi bel.
Jadi: suatu proses perubahan terjadi karena adanya syarat-syarat
(conditions) yang kemudian menimbulkan reaksi (response), melalui
latihan yang kontinu reaksi itu akan menjadi tindakan otomatis
(alami).

Teori ini mengganggap bahwa belajar hanya terjadi secara otomatis.
Pendapat ini pula yang menjadi titik kelemahan teori ini karena teori ini
tidak menghiraukan peranan keaktifan individu dalam menentukan
latihan/kebiasaan.

b.Pengkondisian Operan (operant conditioning)
Organisme balajar bahwa beberapa respon atau tingkah laku akan
menyebabkan terjadinya akibat atau hasil yang diinginkan. Burrhus
Frederic Skinner adalah seorang penganut Behaviorisme yang mengemukakan
teori ini. Skinner membedakan respon ke dalam dua macam:
1) Respondent response (reflexive response), adalah respon yang
ditimbulkan oleh perangsang-perangsang tertentu. Misalnya anjing
yang mengeluarkan air liur setelah melihat makanan tertentu (daging).
2) Operant response (instrumental response), yaitu respon yang timbul
dan berkembang diikuti oleh perangsangan-perangsangan tertentu.
Perangsangan ini disebut reinforcing stimuli atau reinforce, karena
memperkuat respon yang telah dilakukan organisme. Dua hukum operan
yaitu:
- Law of operant conditioning : respon yang terjadi karena
didahului oleh stimulus atau reinforce.
- Law of operant extinction : respon yang terjadi tanpa didahului
oleh stimulus atau reinforce.

2.Belajar Kognitif
Bentuk belajar yang lebih kompleks yang perhatiannya dihubungkan pada peran
proses kognitif, yaitu bagaimana seseorang menghayati, mengorganisasi, dan
mengulangi informasi dalam usaha menguasai topik baru. Tokoh yang mengemukakan
teori ini adalah Wolfang Kohler, ia melakukan percobaan pada beberapa ekor
simpanse. Thorndike juga melakukan percobaan yang sama pada seekor kucing
lapar yang dimasukan ke dalam kandang. Dari hasil percobaan kepada hewan,
dapat ditarik kesimpulan bahwa manusia tidak bereaksi secara membabi buta.
Manusia bereaksi melalui tahapan trial & error. Manusia memiliki kebebasan.
Manusia membentuk struktur kognitif dalam memori, yang mempertahankan dan
mengorganisasikan informasi tentang berbagai macam kejadian selama situasi
belajar.

3.Belajar Sosial
Teori ini lebih dikenal dengan sebutan observation learning (belajar observasi
dan pengamatan). Tokoh utama teori ini adalah Albert Bandura. Bandura
memandang tingkah laku manusia bukan semata-mata refleks atas stimulus
(S-R), melainkan juga akibat dari interaksi antara lingkungan dengan struktur
kognitif manusia itu. Prinsip belajar hasil teori Bandura: perkembangan sosial
dan moral siswa berhubungan dengan conditioning (pembiasaan merespons),
imitation (peniruan), dan modeling (teladan perilaku). Sedangkan efektivitas
dan kecepatan kemampuan belajar berhubungan dengan pelaksanaan reward
(ganjaran/ memberi hadiah) dan punishment (memberi hukuman) secara seimbang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERANAN ORANG TUA BAGI REMAJA

      Orang tua adalah peran yang snagat pentig bagi keluarga, terutama bagi anak-anak. Menjadi orang tua itu tidaklah mudah karena sebagai ...