Jumat, 29 Juli 2011

Psikologi

APA ITU PSIKOLOGI
Psychology berasal dari kata Yunani, yaitu psyche yang artinya jiwa dan logos yang artinya ilmu. Jadi psikologi adalah ilmu yang mempelajari jiwa. Jiwa adalah konsep yang terlalu abstrak, dilain pihak suatu disiplin ilmu dituntut untuk mempunyai ciri-ciri ilmu pengetahuan (yaitu ilmu menuntut objeknya bisa diamati, dicatat dan diukur)

Oleh karena itu, saat ini, Psikologi didefinisikan sebagai disiplin ilmu yang mempelajari PERILAKU dan PROSES MENTAL, serta bagaimana kedua hal tersebut dipengaruhi oleh keadaan fisik dan mental organisme, serta lingkungan sekitar

BERPIKIR KRITIS TENTANG PSIKOLOGI
Bagaimana kita membedakan psychobable dengan empirical psychology ?
Di sekitar kita saat ini, istilah-istilah atau konsep-konsep psikologi banyak sekali digunakan untuk mencoba menjelaskan berbagai fenomena dalam kehidupan individu. Muncullah berbagai buku serta peralatan yang diklaim menggunakan pendekatan psikologi. Tujuannya, untuk membantu manusia dalam memahami sisi psikologis dari dirinya dan meningkatkan kapasitas psikologis itu jika diperlukan. Masalah terjadi karena buku dan peralatan tersebut ternyata dikembangkan tidak menggunakan pendekatan ilmiah yang sebenarnya. Inilah yang dikenal sebagai psychobable.

Psikologi yang empiris, akan menggunakan pendekatan berpikir kritis, yang diartikan sebagai kemampuan dan kemauan untuk mengevaluasi suatu keadaan dan membuat keputusan obyektif berdasarkan alasan yang didukung oleh bukti yang memadai, bukan oleh emosi dan anekdot.

Panduan untuk berpikir kritis itu adalah sebagai berikut:
1.Mau bertanya
2.Mendefinisikan pernyataan anda
3.Mengkaji bukti-bukti yang ada
4.Menganalisa asumsi dan bias
5.Menghindari penjelasan yang emosional
6.Tidak menyederhanakan
7.Terbuka akan interpretasi lain
8.Mentoleransi ketidakpastian

TINGKAH LAKU
Perilaku/tingkah laku (behavior) adalah segala sesuatu yang dilakukan hewan dan manusia yang dapat diamati. Pengertian ini diperluas tidak hanya mencakup perilaku yang kasat mata namun juga perilaku yang tidak kasat mata, seperti motivasi, fantasi, mimpi, perasaan, dll. Dari tindakan dan perkataan (vocal behavior) para ahli psikologi membuat kesimpulan tentang perasaan, sikap, pikiran dan proses mental yang terjadi dibalik tingkah lakunya.

Ciri-ciri perilaku:
1.Perilaku itu kasat mata tapi penyebabnya tidak selalu dapat diamati langsung.
2.Perilaku mengenal berbagai tingkatan.
3.Perilaku bervariasi menurut jenis-jenis tertentu (kognitif, afektif, psikomotorik), masing-masing merujuk pada sifat yang rasional, emosional, dan gerakan fisik dalam berperilaku.
4.Perilaku bisa disadari dan tidak disadari.

PSIKOLOGI DAN ILMU-ILMU LAIN
Psikologi bukan satu-satunya ilmu yang mempelajari tingkah laku, ada beberapa disiplin ilmu lain yang juga mempelajari berbagai aspek perilaku manusia, seperti antropologi, sosiologi, ekonomi, ilmu politik, geografi, dan sejarah. Psikologi dan disiplin-disiplin ilmu ini bergabung dalam behavior science. Perbedaan antara psikologi dan disiplin ilmu lain yang juga mempelajari perilaku adalah fokus perhatian psikologi mempelajari perilaku manusia sebagai individu sedangkan ilmu lain menekankan perilaku manusia sebagai kelompok. Psikologi tergolong juga ilmu biososial karena memusatkan perhatian pada aspek sosial perilaku organisme maupun aspek fisiologis/biologis terjadinya perilaku tersebut.

PENDEKATAN DALAM PSIKOLOGI
Satu perilaku yang sama dapat dipandang dengan cara yang berbeda, misalnya perilaku agresif dapat dipandang dari proses mental otak yang menyebabkan terjadi tindakan agresif atau dapat juga dipandang sebagai pengalaman belajar sebelumnya dari lingkungan sehingga seseorang bersikap agresif. Berikut ini beberapa pendekatan yang berbeda dalam memahami perilaku.
1. PENDEKATAN BIOLOGIS
menekankan pada bagaimana keadaan fisik dan biologis mempengaruhi perilaku, perasaan, dan pikiran.
Pendekatan ini memandang bahwa proses biologis yang mendasari perilaku dan kegiatan mental individu. Ada hubungan yang erat antara kegiatan otak, perilaku dan pengalaman. Untuk membuktikan teori ini, dilakukan penelitian pada hewan, hasilnya adalah reaksi emosional pada hewan dapat dibangkitkan dengan memberi rangsangan elektrik lemah pada beberapa bagian tertentu dalam otak.
2.PENDEKATAN BELAJAR
menekankan pada bagaimana lingkungan dan pengalaman individu mempengaruhi perilaku. Terbagi menjadi dua, yaitu behavioral dan social cognitive
3. PENDEKATAN KOGNITIF
menekankan pada apa yang di terjadi dalam pikiran seseorang
Mengacu pada proses mental dari persepsi, ingatan dan pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memecahkan masalah, dan merencanakan sesuatu untuk hidupnya. Pandangan ini menganggap bahwa manusia bukan penerima rangsangan yang pasif, otak aktif mengolah informasi yang diterima dan mengubahnya dalam bentuk dan kategori baru. Proses terjadinya perilaku tidak sesederhana teori perilaku (stimulus–respon) karena manusia dapat berpikir dan memilih dari pengalaman sebelumnya. Kemampuan otak ini disebut “sistem pengolahan informasi” dimana informasi dipilih, dibandingkan dan digabung dengan informasi lain yang sudah ada dalam ingatan; diubah, ditata kembali dan sebagainya.
4. PENDEKATAN SOCIOCULTURAL
menekankan pada aspek/kekuatan sosial dan budaya di luar individu
5. PENDEKATAN PSIKODINAMIS
menekankan pada dinamika ketdksadaran individu
Pendekatan ini dikembangkan oleh Sigmund Freud berdasarkan studi kasus dari para pasien secara individual. Dasar pemikiran teori Freud adalah sebagian besar tingkah laku kita berasal dari proses yang tidak disadari (unconscious process), seperti rasa takut, keinginan, pemikiran yang tidak disadari tetapi mempengaruhi tingkah lakunya. Dorongan pada masa kanak-kanak yang dilarang orangtua, masyarakat berasal dari naluri bawaan (innate instinc), yaitu dorongan agresi dan dorongan seksual. Setiap orang lahir dengan innate instinc yang berbeda-beda. Oleh karena itu tingkah laku yang sama kemungkinan dipengaruhi oleh innate instinc yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang tidak sama. Larangan-larangan hanya akan mengontrol dorongan sadar seorang anak namun digantikan dengan dorongan tidak sadar dan muncul melalui mimpi, cara/kebiasaan berbicara, penyakit jiwa, gaya artistik, gaya sastra, yang mempengaruhi tingkah laku. Freud memandang kodrat manusia cenderung negatif karena Freud memandang alasan manusia melakukan sesuatu karena alasan-alasan yang tidak disadari, bukan karena alasan yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan. Contohnya pandangan Freud mengenai dorongan agresi adalah naluri yang sangat kuat sehingga Freud memandang pesimis manusia dapat hidup rukun bersama.

METODE UNTUK MEMAHAMI MANUSIA
Berbagai metode yang digunakan bidang ilmu psikologi untuk lebih memahami manusia antara lain adalah:
1. Metode Eksperimen
Beberapa kondisi dalam lingkungan individu sudah ‘diatur’ (dimanipulasi) oleh peneliti. Tujuannya adalah untuk melihat hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Contohnya: Hubungan pemberian hadiah/reward dengan produktivitas kerja. Peneliti harus mengontrol variabel-variabel lain yang juga mempengaruhi produktivitas kerja namun tidak ingin diteliti.

2. Metode Observasi Alamiah/wajar
Melakukan pengamatan terhadap situasi alamiah, proses interaksi individu dengan lingkungannya. Bila tujuan dan keberadaan pengamat diketahui oleh subjek yang diobservasi dinamakan observasi terang-terangan (overt observation). Sebaliknya bila subjek tidak menyadari kehadiran observer maka dinamakan covert observation). Jika pengamat terjun langsung p[ada kegiatan yang sedang dilakukan subjek maka pengamatan dilakukan dengan berperan serta (participant observation). Perbedaan antara pengamatan sehari-hari dengan observasi adalah observasi dilakukan secara sistematis dan objektif dengan mengesampingkan kepentingan, minat pribadi, prasangka, perasaan dan anggapan pengamat.

3. Metode Survei
Selain mengamati, subjek juga ditanya dengan menggunakan kuesioner, maupun pertanyaan terbuka yang sudah disusun oleh peneliti. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bertanya kepada responden (orang yang menjawab kuesioner) sehingga hanya dapat dilakukan pada sebagian kecil responden.

4.Metode wawancara
Merupakan salah satu metode untuk lebih memahami individu dengan bertanya tentang aspek-aspek psikologis yang dialami subjek penelitian. Pada metode ini kepercayaan dari subjek kepada peneliti adalah unsur yang penting, oleh karena itu sebelum wawancara penting melakukan raport (membina hubungan yang lebih akrab dengan subjek penelitian), misalnya berkenalan, dan beramah tamah.

Ada beberapa macam wawancara:
- Wawancara bebas: peneliti tidak memberi batasan pertanyaan dan subjek
penelitian bebas memberi jawaban seluas-luasnya.
- Wawancara terarah: peneliti mempunyai beberapa pokok pertanyaan yang harus
diikuti.
- Wawancara terbuka: pertanyaan-pertanyaan sudah ditentukan sebelumnya secara
terstruktur, tetapi jawaban tidak terikat/tidak ada batasan.
- Wawancara tertutup: Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sudah ditentukan
sebelumnya oleh peneliti demikian juga jawaban-jawaban sudah disediakan dan
subjek memilih dari jawaban yang sudah disediakan.

5. Riwayat Kehidupan
Riwayat kehidupan/sejarah hidup seseorang dapat menjadi sumber untuk lebih memahami individu yang diteliti. Pembuatan riwayat kehidupan dapat dilakukan dengan beberapa cara:
- Buku harian: subjek yang akan diteliti menuliskan buku harian dalam kurun waktu tertentu kemudian hasil buku harian itu menjadi bahan penelitian.
- Rekonstruksi biografi: dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai riwayat hidup subjek yang akan diteliti. Data ini kemudian disusun menjadi biografi. Data yang dikumpulkan didapatkan melalui wawancara dengan orang yang bersangkutan (auto anamnesa) dan wawancara dengan orang lain yang mempunyai hubungan dekat dengan subjek (allo anamnesa)

6. Angket
Merupakan metode wawancara tertulis. Orang yang akan diteliti diminta untuk membacakan pertanyaan-pertanyaannya sebelum memberikan jawaban secara tertulis. Jawaban-jawaban tersebut yang kemudian dianalisis oleh peneliti. Kelemahannya adalah peneliti tidak/kurang mendapatkan informasi mengenai ekspresi wajah, perasaan yang tampak dalam bahasa nonverbal.

7. Metode Pemeriksaan Psikologis
Memberikan tes-tes psikologi seperti tes intelegensi, kepribadian, dll, untuk lebih memahami individu.

RUANG LINGKUP PSIKOLOGI
Seorang ahli psikologi dapat berkarya dalam banyak bidang psikologi, antara lain:
• Psikologi Eksperimental dan Fisiologi
Tugas ahli psikologi dalam bidang ini adalah menyelidiki/mempelajari bagaimana orang bereaksi terhadap rangsangan indera, belajar dan mengingat, dll melalui metode eksperimen. Eksperimen dilakukan pada binatang untuk mencari hubungan antara tingkah laku hewan dan manusia. Para ahli psikologi fisiologi menemukan hubungan antara proses biologi dengan tingah laku.

• Psikologi Perkembangan
Bidang psikologi perkembangan memusatkan perhatiannya pada perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk tingkah laku sejak lahir sampai berusia lanjut. Penerapannya membantu anak-anak yang mengalami gangguan tingkah laku atau gangguan psikologis. Jenis gangguan tingkah laku pada anak berbeda dengan orang dewasa karena itu metode penangannya juga berbeda.

• Psikologi Sosial
Menekankan pada cara berinteraksi dengan orang lain yang mempengaruhi sikap dan tingkah laku. Tujuannya dalah membantu orang untuk dapat beradaptasi dalam lingkungan pekerjaan atau kelompok sosial, dan melakukan survey tentang pendapat masyarakat dalam bidang pemasaran.

• Psikologi Kepribadian
Bidang psikologi kepribadian menekankan perbedaan individu dan berusaha mengelompokan individu serta mempelajari kualitas setiap individu yang unik.

• Psikologi Klinis
Fokus perhatiannya pada asas-asas psikologi pada diagnosis dan perawatan masalah emosi dan tingkah laku, seperti masalah kenakalan remaja, penyakit jiwa, keterbelakangan mental, kecanduan obat-obatan, tindakan kriminal, sampai masalah-masalah penyesuaian diri yang tidak terlalu rumit.

• Psikologi Konseling
Peran para ahli psikologi konseling hampir sama dengan para ahli psikologi klinis. Perbedaannya dalah pada taraf permasalahan yang dihadapi. Para ahli psikologi konseling (konselor) melakukan penyulihan/konseling untuk membantu orang-orang yang mempunyai masalah emosi pada taraf yang masih sedang/ringan. Konselor melakukan konsultasi menggunakan pertanyaan spesifik seperti pilihan karir, jurusan program studi. Konselor juga kadang menggunakan tes-tes untuk mengetahui bakat, minat, sikap atau tipe kepribadian untuk lebih memahami klien.

• Psikologi Sekolah dan Pendidikan
Tingkat pendidikan sekolah dasar dan menengah merupakan awal munculnya masalah-masalah emosi/penyesuaian diri pada anak/remaja. Para ahli psikologi sekolah berinteraksi dengan setiap anak untuk mengevaluasi kegiatan belajar dan masalah emosi, memberikan tes-tes bakat/minat, berkonsultasi dengan para guru/orang tua, dan merencanakan cara memberi bantuan pada anak baik untuk di kelas maupun di rumah.

• Psikologi Industri dan Organisasi
Para ahli psikologi industri bekerja disuatu lembaga organisasi/perusahaan. Peran ahli psikologi industri/organisasi adalah memilih orang /calon karyawan yang paling tepat untuk memegang pekerjaan tertentu, menyusun program latihan kerja dan membantu perusahaan mengambil keputusan mengenai masalah-masalah yang menyangkut karyawan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERANAN ORANG TUA BAGI REMAJA

      Orang tua adalah peran yang snagat pentig bagi keluarga, terutama bagi anak-anak. Menjadi orang tua itu tidaklah mudah karena sebagai ...