sudah 3 hari saya mengikui kegiatan TOC, suka dan duka, senang sedi di alami di sana. hari pertama yg melelahkan, kita bersama-sama melaukan baksos di sanggar ciliwung. tetapi kelelahan hari pertama bisa di bayar dengan kesenangan-kesengangan yang di dapat pada hari ke 2 dan ke 3. kami melakukan kegiatan bersama-sama dari saresehan, out door activity, smpe api unggun. terasa persaudaran dan kekeluargaan di sana. sayang waktu sangat cepat berlalu. semoga kebersamaan kita ga akan berakhir.
Love you BK atmajaya.
Senin, 14 November 2011
Kamis, 18 Agustus 2011
17 AGUSTUS 2011(HARI KEMERDEKAAN)
Tanggal 17 agustus 2011 adalah hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia. sudah 66 tahun setelah Negara Indonesia merdeka, masyarakat Indonesia sangat bersemangat untuk memeriahkan hari kemerdekaan ini.
Dengan semangat patriotisme dan nasionalisme seluruh masyarakat Indonesia melaksanakan Upacara untuk memperingati Haru Ulang Tahun Negara Republik Indonesia yang ke-66.
Semoga dari tahun ke tahun Negara Republik Indonesia semakin maju dan selalu menjadi tempat yang nyaman dan tentram bagi penghuninya, yaitu masyarakat Indonesia.
SELAMAT HARI KEMERDEKAAN..!!
maju terus INDONESIAKU, dan berjayalah MERAH PUTIHKU..
Minggu, 07 Agustus 2011
Untuk Ibu,.
ribuan kilo jalan yang kau tempuh
lewati rintang untuk aku anakmu
ibuku sayang masih terus berjalan
walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
seperti udara kasih yang engkau berikan
tak mampu ku membalas, ibu… ibu…
ingin ku dekat dan menangis di pangkuanmu
sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
dengan apa membalas, ibu… ibu…
ribuan kilo jalan yang kau tempuh
lewati rintang untuk aku anakmu
ibuku sayang masih terus berjalan
walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah
seperti udara kasih yang engkau berikan
tak mampu ku membalas, ibu… ibu
by : iwan fals _ ibu
lewati rintang untuk aku anakmu
ibuku sayang masih terus berjalan
walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
seperti udara kasih yang engkau berikan
tak mampu ku membalas, ibu… ibu…
ingin ku dekat dan menangis di pangkuanmu
sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
dengan apa membalas, ibu… ibu…
ribuan kilo jalan yang kau tempuh
lewati rintang untuk aku anakmu
ibuku sayang masih terus berjalan
walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah
seperti udara kasih yang engkau berikan
tak mampu ku membalas, ibu… ibu
by : iwan fals _ ibu
Rabu, 03 Agustus 2011
BELAJAR
A. PENGERTIAN BELAJAR
Belajar merupakan dasar untuk memahami perilaku. Melalui proses belajar, individu beradaptasi dengan lingkungannya sehingga dapat bertahan hidup. Belajar merupakan proses perubahan perilaku dan pengetahuan berdasarkan pengalaman.
B. PRINSIP BELAJAR
1.Belajar sebagai usaha memperoleh perubahan tingkah laku
Perbedaan individu menyebabkan setiap individu yang belajar juga akan
menghasilkan perubahan yang beragam pula. Perubahan yang terjadi akan
menghasilkan beragam tingkah laku individu. Perubahan tingkah laku yang
dihasilkan oleh proses belajar harus memenuhi kriteria:
a)Perubahan yang disadari
Individu yang belajar menyadari adanya perubahan dan merasakan perubahan
yang terjadi pada dirinya.
b)Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional
Perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar berlangsung terus menerus
dan tidak statis. Satu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan
berikutnya dan memberi manfaat bagi proses belajar berikutnya.
c)Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif
Perubahan bersifat positif artinya perubahan tertuju untuk memperoleh
sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan perubahan bersifat
aktif artinya bahwa perubahan itu tidak terjadi dengan sendirinya
melainkan terjadi karena usaha individu yang belajar.
d)Perubahan bersifat permanen, menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan
terus menerus dan memiliki tujuan yang jelas.
2.Hasil belajar ditandai dengan perubahan seluruh aspek tingkah laku.
Perubahan tidak hanya pada satu aspek tingkah laku tetapi seluruh aspek
tingkah laku secara integral. Jadi perubahan pada salah satu aspek akan
menghasilkan perubahan pada aspek tingkah laku lainnya.
3.Belajar merupakan suatu proses
Perbuatan belajar merupakan suatu kegiatan bukan benda statis. Perbuatan
belajar merupakan suatu bentuk usaha aktif individu untuk mencapai suatu
tujuan.
4.Proses belajar terjadi karena ada dorongan dan tujuan yang akan dicapai
5.Belajar merupakan bentuk pengalaman
Perubahan tingkah laku individu dalam proses belajar merupakan hasil
pengalamannya. Dengan demikian perbuatan belajar tidak dapat dipisahkan dari
situasi kehidupan individu.
C. TEORI-TEORI BELAJAR
1.Belajar Asosiatif
Merupakan teknik belajar dengan membuat suatu asosiasi atau hubungan baru dari
dua peristiwa. Belajar asosiatif merupakan bentuk belajar yang paling dasar.
Ada dua bentuk belajar asosiatif :
a.Pengkondisian Klasikal (classical conditioning)
Organisme belajar bahwa dua stimulus cenderung berjalan bersama-sama.
Tokoh yang mengemukakan teori ini adalah Ivan Petrovich Pavlov. Ia
melakukan percobaan kepada seekor anjing. Dari hasil percobaannya itu
Pavlov mendapatkan kesimpulan bahwa gerakan-gerakan refleks itu dapat
berubah dan dipelajari lewat adanya latihan. Pavlov membedakan dua macam
refleks, yaitu refleks wajar (unconditioned response) dan refleks
bersyarat (conditioned response). Refleks wajar adalah refleks yang
terjadi secara alami => ketika melihat daging anjing mengeluarkan air
liur. Berbeda dengan refleks bersyarat adalah refleks yang terjadi karena
adanya syarat-syarat yang menimbulkan reaksi (respon) =>air liur keluar
setelah anjing mendengar bunyi bel.
Jadi: suatu proses perubahan terjadi karena adanya syarat-syarat
(conditions) yang kemudian menimbulkan reaksi (response), melalui
latihan yang kontinu reaksi itu akan menjadi tindakan otomatis
(alami).
Teori ini mengganggap bahwa belajar hanya terjadi secara otomatis.
Pendapat ini pula yang menjadi titik kelemahan teori ini karena teori ini
tidak menghiraukan peranan keaktifan individu dalam menentukan
latihan/kebiasaan.
b.Pengkondisian Operan (operant conditioning)
Organisme balajar bahwa beberapa respon atau tingkah laku akan
menyebabkan terjadinya akibat atau hasil yang diinginkan. Burrhus
Frederic Skinner adalah seorang penganut Behaviorisme yang mengemukakan
teori ini. Skinner membedakan respon ke dalam dua macam:
1) Respondent response (reflexive response), adalah respon yang
ditimbulkan oleh perangsang-perangsang tertentu. Misalnya anjing
yang mengeluarkan air liur setelah melihat makanan tertentu (daging).
2) Operant response (instrumental response), yaitu respon yang timbul
dan berkembang diikuti oleh perangsangan-perangsangan tertentu.
Perangsangan ini disebut reinforcing stimuli atau reinforce, karena
memperkuat respon yang telah dilakukan organisme. Dua hukum operan
yaitu:
- Law of operant conditioning : respon yang terjadi karena
didahului oleh stimulus atau reinforce.
- Law of operant extinction : respon yang terjadi tanpa didahului
oleh stimulus atau reinforce.
2.Belajar Kognitif
Bentuk belajar yang lebih kompleks yang perhatiannya dihubungkan pada peran
proses kognitif, yaitu bagaimana seseorang menghayati, mengorganisasi, dan
mengulangi informasi dalam usaha menguasai topik baru. Tokoh yang mengemukakan
teori ini adalah Wolfang Kohler, ia melakukan percobaan pada beberapa ekor
simpanse. Thorndike juga melakukan percobaan yang sama pada seekor kucing
lapar yang dimasukan ke dalam kandang. Dari hasil percobaan kepada hewan,
dapat ditarik kesimpulan bahwa manusia tidak bereaksi secara membabi buta.
Manusia bereaksi melalui tahapan trial & error. Manusia memiliki kebebasan.
Manusia membentuk struktur kognitif dalam memori, yang mempertahankan dan
mengorganisasikan informasi tentang berbagai macam kejadian selama situasi
belajar.
3.Belajar Sosial
Teori ini lebih dikenal dengan sebutan observation learning (belajar observasi
dan pengamatan). Tokoh utama teori ini adalah Albert Bandura. Bandura
memandang tingkah laku manusia bukan semata-mata refleks atas stimulus
(S-R), melainkan juga akibat dari interaksi antara lingkungan dengan struktur
kognitif manusia itu. Prinsip belajar hasil teori Bandura: perkembangan sosial
dan moral siswa berhubungan dengan conditioning (pembiasaan merespons),
imitation (peniruan), dan modeling (teladan perilaku). Sedangkan efektivitas
dan kecepatan kemampuan belajar berhubungan dengan pelaksanaan reward
(ganjaran/ memberi hadiah) dan punishment (memberi hukuman) secara seimbang.
Belajar merupakan dasar untuk memahami perilaku. Melalui proses belajar, individu beradaptasi dengan lingkungannya sehingga dapat bertahan hidup. Belajar merupakan proses perubahan perilaku dan pengetahuan berdasarkan pengalaman.
B. PRINSIP BELAJAR
1.Belajar sebagai usaha memperoleh perubahan tingkah laku
Perbedaan individu menyebabkan setiap individu yang belajar juga akan
menghasilkan perubahan yang beragam pula. Perubahan yang terjadi akan
menghasilkan beragam tingkah laku individu. Perubahan tingkah laku yang
dihasilkan oleh proses belajar harus memenuhi kriteria:
a)Perubahan yang disadari
Individu yang belajar menyadari adanya perubahan dan merasakan perubahan
yang terjadi pada dirinya.
b)Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional
Perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar berlangsung terus menerus
dan tidak statis. Satu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan
berikutnya dan memberi manfaat bagi proses belajar berikutnya.
c)Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif
Perubahan bersifat positif artinya perubahan tertuju untuk memperoleh
sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan perubahan bersifat
aktif artinya bahwa perubahan itu tidak terjadi dengan sendirinya
melainkan terjadi karena usaha individu yang belajar.
d)Perubahan bersifat permanen, menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan
terus menerus dan memiliki tujuan yang jelas.
2.Hasil belajar ditandai dengan perubahan seluruh aspek tingkah laku.
Perubahan tidak hanya pada satu aspek tingkah laku tetapi seluruh aspek
tingkah laku secara integral. Jadi perubahan pada salah satu aspek akan
menghasilkan perubahan pada aspek tingkah laku lainnya.
3.Belajar merupakan suatu proses
Perbuatan belajar merupakan suatu kegiatan bukan benda statis. Perbuatan
belajar merupakan suatu bentuk usaha aktif individu untuk mencapai suatu
tujuan.
4.Proses belajar terjadi karena ada dorongan dan tujuan yang akan dicapai
5.Belajar merupakan bentuk pengalaman
Perubahan tingkah laku individu dalam proses belajar merupakan hasil
pengalamannya. Dengan demikian perbuatan belajar tidak dapat dipisahkan dari
situasi kehidupan individu.
C. TEORI-TEORI BELAJAR
1.Belajar Asosiatif
Merupakan teknik belajar dengan membuat suatu asosiasi atau hubungan baru dari
dua peristiwa. Belajar asosiatif merupakan bentuk belajar yang paling dasar.
Ada dua bentuk belajar asosiatif :
a.Pengkondisian Klasikal (classical conditioning)
Organisme belajar bahwa dua stimulus cenderung berjalan bersama-sama.
Tokoh yang mengemukakan teori ini adalah Ivan Petrovich Pavlov. Ia
melakukan percobaan kepada seekor anjing. Dari hasil percobaannya itu
Pavlov mendapatkan kesimpulan bahwa gerakan-gerakan refleks itu dapat
berubah dan dipelajari lewat adanya latihan. Pavlov membedakan dua macam
refleks, yaitu refleks wajar (unconditioned response) dan refleks
bersyarat (conditioned response). Refleks wajar adalah refleks yang
terjadi secara alami => ketika melihat daging anjing mengeluarkan air
liur. Berbeda dengan refleks bersyarat adalah refleks yang terjadi karena
adanya syarat-syarat yang menimbulkan reaksi (respon) =>air liur keluar
setelah anjing mendengar bunyi bel.
Jadi: suatu proses perubahan terjadi karena adanya syarat-syarat
(conditions) yang kemudian menimbulkan reaksi (response), melalui
latihan yang kontinu reaksi itu akan menjadi tindakan otomatis
(alami).
Teori ini mengganggap bahwa belajar hanya terjadi secara otomatis.
Pendapat ini pula yang menjadi titik kelemahan teori ini karena teori ini
tidak menghiraukan peranan keaktifan individu dalam menentukan
latihan/kebiasaan.
b.Pengkondisian Operan (operant conditioning)
Organisme balajar bahwa beberapa respon atau tingkah laku akan
menyebabkan terjadinya akibat atau hasil yang diinginkan. Burrhus
Frederic Skinner adalah seorang penganut Behaviorisme yang mengemukakan
teori ini. Skinner membedakan respon ke dalam dua macam:
1) Respondent response (reflexive response), adalah respon yang
ditimbulkan oleh perangsang-perangsang tertentu. Misalnya anjing
yang mengeluarkan air liur setelah melihat makanan tertentu (daging).
2) Operant response (instrumental response), yaitu respon yang timbul
dan berkembang diikuti oleh perangsangan-perangsangan tertentu.
Perangsangan ini disebut reinforcing stimuli atau reinforce, karena
memperkuat respon yang telah dilakukan organisme. Dua hukum operan
yaitu:
- Law of operant conditioning : respon yang terjadi karena
didahului oleh stimulus atau reinforce.
- Law of operant extinction : respon yang terjadi tanpa didahului
oleh stimulus atau reinforce.
2.Belajar Kognitif
Bentuk belajar yang lebih kompleks yang perhatiannya dihubungkan pada peran
proses kognitif, yaitu bagaimana seseorang menghayati, mengorganisasi, dan
mengulangi informasi dalam usaha menguasai topik baru. Tokoh yang mengemukakan
teori ini adalah Wolfang Kohler, ia melakukan percobaan pada beberapa ekor
simpanse. Thorndike juga melakukan percobaan yang sama pada seekor kucing
lapar yang dimasukan ke dalam kandang. Dari hasil percobaan kepada hewan,
dapat ditarik kesimpulan bahwa manusia tidak bereaksi secara membabi buta.
Manusia bereaksi melalui tahapan trial & error. Manusia memiliki kebebasan.
Manusia membentuk struktur kognitif dalam memori, yang mempertahankan dan
mengorganisasikan informasi tentang berbagai macam kejadian selama situasi
belajar.
3.Belajar Sosial
Teori ini lebih dikenal dengan sebutan observation learning (belajar observasi
dan pengamatan). Tokoh utama teori ini adalah Albert Bandura. Bandura
memandang tingkah laku manusia bukan semata-mata refleks atas stimulus
(S-R), melainkan juga akibat dari interaksi antara lingkungan dengan struktur
kognitif manusia itu. Prinsip belajar hasil teori Bandura: perkembangan sosial
dan moral siswa berhubungan dengan conditioning (pembiasaan merespons),
imitation (peniruan), dan modeling (teladan perilaku). Sedangkan efektivitas
dan kecepatan kemampuan belajar berhubungan dengan pelaksanaan reward
(ganjaran/ memberi hadiah) dan punishment (memberi hukuman) secara seimbang.
Jumat, 29 Juli 2011
Psikologi
APA ITU PSIKOLOGI
Psychology berasal dari kata Yunani, yaitu psyche yang artinya jiwa dan logos yang artinya ilmu. Jadi psikologi adalah ilmu yang mempelajari jiwa. Jiwa adalah konsep yang terlalu abstrak, dilain pihak suatu disiplin ilmu dituntut untuk mempunyai ciri-ciri ilmu pengetahuan (yaitu ilmu menuntut objeknya bisa diamati, dicatat dan diukur)
Oleh karena itu, saat ini, Psikologi didefinisikan sebagai disiplin ilmu yang mempelajari PERILAKU dan PROSES MENTAL, serta bagaimana kedua hal tersebut dipengaruhi oleh keadaan fisik dan mental organisme, serta lingkungan sekitar
BERPIKIR KRITIS TENTANG PSIKOLOGI
Bagaimana kita membedakan psychobable dengan empirical psychology ?
Di sekitar kita saat ini, istilah-istilah atau konsep-konsep psikologi banyak sekali digunakan untuk mencoba menjelaskan berbagai fenomena dalam kehidupan individu. Muncullah berbagai buku serta peralatan yang diklaim menggunakan pendekatan psikologi. Tujuannya, untuk membantu manusia dalam memahami sisi psikologis dari dirinya dan meningkatkan kapasitas psikologis itu jika diperlukan. Masalah terjadi karena buku dan peralatan tersebut ternyata dikembangkan tidak menggunakan pendekatan ilmiah yang sebenarnya. Inilah yang dikenal sebagai psychobable.
Psikologi yang empiris, akan menggunakan pendekatan berpikir kritis, yang diartikan sebagai kemampuan dan kemauan untuk mengevaluasi suatu keadaan dan membuat keputusan obyektif berdasarkan alasan yang didukung oleh bukti yang memadai, bukan oleh emosi dan anekdot.
Panduan untuk berpikir kritis itu adalah sebagai berikut:
1.Mau bertanya
2.Mendefinisikan pernyataan anda
3.Mengkaji bukti-bukti yang ada
4.Menganalisa asumsi dan bias
5.Menghindari penjelasan yang emosional
6.Tidak menyederhanakan
7.Terbuka akan interpretasi lain
8.Mentoleransi ketidakpastian
TINGKAH LAKU
Perilaku/tingkah laku (behavior) adalah segala sesuatu yang dilakukan hewan dan manusia yang dapat diamati. Pengertian ini diperluas tidak hanya mencakup perilaku yang kasat mata namun juga perilaku yang tidak kasat mata, seperti motivasi, fantasi, mimpi, perasaan, dll. Dari tindakan dan perkataan (vocal behavior) para ahli psikologi membuat kesimpulan tentang perasaan, sikap, pikiran dan proses mental yang terjadi dibalik tingkah lakunya.
Ciri-ciri perilaku:
1.Perilaku itu kasat mata tapi penyebabnya tidak selalu dapat diamati langsung.
2.Perilaku mengenal berbagai tingkatan.
3.Perilaku bervariasi menurut jenis-jenis tertentu (kognitif, afektif, psikomotorik), masing-masing merujuk pada sifat yang rasional, emosional, dan gerakan fisik dalam berperilaku.
4.Perilaku bisa disadari dan tidak disadari.
PSIKOLOGI DAN ILMU-ILMU LAIN
Psikologi bukan satu-satunya ilmu yang mempelajari tingkah laku, ada beberapa disiplin ilmu lain yang juga mempelajari berbagai aspek perilaku manusia, seperti antropologi, sosiologi, ekonomi, ilmu politik, geografi, dan sejarah. Psikologi dan disiplin-disiplin ilmu ini bergabung dalam behavior science. Perbedaan antara psikologi dan disiplin ilmu lain yang juga mempelajari perilaku adalah fokus perhatian psikologi mempelajari perilaku manusia sebagai individu sedangkan ilmu lain menekankan perilaku manusia sebagai kelompok. Psikologi tergolong juga ilmu biososial karena memusatkan perhatian pada aspek sosial perilaku organisme maupun aspek fisiologis/biologis terjadinya perilaku tersebut.
PENDEKATAN DALAM PSIKOLOGI
Satu perilaku yang sama dapat dipandang dengan cara yang berbeda, misalnya perilaku agresif dapat dipandang dari proses mental otak yang menyebabkan terjadi tindakan agresif atau dapat juga dipandang sebagai pengalaman belajar sebelumnya dari lingkungan sehingga seseorang bersikap agresif. Berikut ini beberapa pendekatan yang berbeda dalam memahami perilaku.
1. PENDEKATAN BIOLOGIS
menekankan pada bagaimana keadaan fisik dan biologis mempengaruhi perilaku, perasaan, dan pikiran.
Pendekatan ini memandang bahwa proses biologis yang mendasari perilaku dan kegiatan mental individu. Ada hubungan yang erat antara kegiatan otak, perilaku dan pengalaman. Untuk membuktikan teori ini, dilakukan penelitian pada hewan, hasilnya adalah reaksi emosional pada hewan dapat dibangkitkan dengan memberi rangsangan elektrik lemah pada beberapa bagian tertentu dalam otak.
2.PENDEKATAN BELAJAR
menekankan pada bagaimana lingkungan dan pengalaman individu mempengaruhi perilaku. Terbagi menjadi dua, yaitu behavioral dan social cognitive
3. PENDEKATAN KOGNITIF
menekankan pada apa yang di terjadi dalam pikiran seseorang
Mengacu pada proses mental dari persepsi, ingatan dan pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memecahkan masalah, dan merencanakan sesuatu untuk hidupnya. Pandangan ini menganggap bahwa manusia bukan penerima rangsangan yang pasif, otak aktif mengolah informasi yang diterima dan mengubahnya dalam bentuk dan kategori baru. Proses terjadinya perilaku tidak sesederhana teori perilaku (stimulus–respon) karena manusia dapat berpikir dan memilih dari pengalaman sebelumnya. Kemampuan otak ini disebut “sistem pengolahan informasi” dimana informasi dipilih, dibandingkan dan digabung dengan informasi lain yang sudah ada dalam ingatan; diubah, ditata kembali dan sebagainya.
4. PENDEKATAN SOCIOCULTURAL
menekankan pada aspek/kekuatan sosial dan budaya di luar individu
5. PENDEKATAN PSIKODINAMIS
menekankan pada dinamika ketdksadaran individu
Pendekatan ini dikembangkan oleh Sigmund Freud berdasarkan studi kasus dari para pasien secara individual. Dasar pemikiran teori Freud adalah sebagian besar tingkah laku kita berasal dari proses yang tidak disadari (unconscious process), seperti rasa takut, keinginan, pemikiran yang tidak disadari tetapi mempengaruhi tingkah lakunya. Dorongan pada masa kanak-kanak yang dilarang orangtua, masyarakat berasal dari naluri bawaan (innate instinc), yaitu dorongan agresi dan dorongan seksual. Setiap orang lahir dengan innate instinc yang berbeda-beda. Oleh karena itu tingkah laku yang sama kemungkinan dipengaruhi oleh innate instinc yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang tidak sama. Larangan-larangan hanya akan mengontrol dorongan sadar seorang anak namun digantikan dengan dorongan tidak sadar dan muncul melalui mimpi, cara/kebiasaan berbicara, penyakit jiwa, gaya artistik, gaya sastra, yang mempengaruhi tingkah laku. Freud memandang kodrat manusia cenderung negatif karena Freud memandang alasan manusia melakukan sesuatu karena alasan-alasan yang tidak disadari, bukan karena alasan yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan. Contohnya pandangan Freud mengenai dorongan agresi adalah naluri yang sangat kuat sehingga Freud memandang pesimis manusia dapat hidup rukun bersama.
METODE UNTUK MEMAHAMI MANUSIA
Berbagai metode yang digunakan bidang ilmu psikologi untuk lebih memahami manusia antara lain adalah:
1. Metode Eksperimen
Beberapa kondisi dalam lingkungan individu sudah ‘diatur’ (dimanipulasi) oleh peneliti. Tujuannya adalah untuk melihat hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Contohnya: Hubungan pemberian hadiah/reward dengan produktivitas kerja. Peneliti harus mengontrol variabel-variabel lain yang juga mempengaruhi produktivitas kerja namun tidak ingin diteliti.
2. Metode Observasi Alamiah/wajar
Melakukan pengamatan terhadap situasi alamiah, proses interaksi individu dengan lingkungannya. Bila tujuan dan keberadaan pengamat diketahui oleh subjek yang diobservasi dinamakan observasi terang-terangan (overt observation). Sebaliknya bila subjek tidak menyadari kehadiran observer maka dinamakan covert observation). Jika pengamat terjun langsung p[ada kegiatan yang sedang dilakukan subjek maka pengamatan dilakukan dengan berperan serta (participant observation). Perbedaan antara pengamatan sehari-hari dengan observasi adalah observasi dilakukan secara sistematis dan objektif dengan mengesampingkan kepentingan, minat pribadi, prasangka, perasaan dan anggapan pengamat.
3. Metode Survei
Selain mengamati, subjek juga ditanya dengan menggunakan kuesioner, maupun pertanyaan terbuka yang sudah disusun oleh peneliti. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bertanya kepada responden (orang yang menjawab kuesioner) sehingga hanya dapat dilakukan pada sebagian kecil responden.
4.Metode wawancara
Merupakan salah satu metode untuk lebih memahami individu dengan bertanya tentang aspek-aspek psikologis yang dialami subjek penelitian. Pada metode ini kepercayaan dari subjek kepada peneliti adalah unsur yang penting, oleh karena itu sebelum wawancara penting melakukan raport (membina hubungan yang lebih akrab dengan subjek penelitian), misalnya berkenalan, dan beramah tamah.
Ada beberapa macam wawancara:
- Wawancara bebas: peneliti tidak memberi batasan pertanyaan dan subjek
penelitian bebas memberi jawaban seluas-luasnya.
- Wawancara terarah: peneliti mempunyai beberapa pokok pertanyaan yang harus
diikuti.
- Wawancara terbuka: pertanyaan-pertanyaan sudah ditentukan sebelumnya secara
terstruktur, tetapi jawaban tidak terikat/tidak ada batasan.
- Wawancara tertutup: Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sudah ditentukan
sebelumnya oleh peneliti demikian juga jawaban-jawaban sudah disediakan dan
subjek memilih dari jawaban yang sudah disediakan.
5. Riwayat Kehidupan
Riwayat kehidupan/sejarah hidup seseorang dapat menjadi sumber untuk lebih memahami individu yang diteliti. Pembuatan riwayat kehidupan dapat dilakukan dengan beberapa cara:
- Buku harian: subjek yang akan diteliti menuliskan buku harian dalam kurun waktu tertentu kemudian hasil buku harian itu menjadi bahan penelitian.
- Rekonstruksi biografi: dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai riwayat hidup subjek yang akan diteliti. Data ini kemudian disusun menjadi biografi. Data yang dikumpulkan didapatkan melalui wawancara dengan orang yang bersangkutan (auto anamnesa) dan wawancara dengan orang lain yang mempunyai hubungan dekat dengan subjek (allo anamnesa)
6. Angket
Merupakan metode wawancara tertulis. Orang yang akan diteliti diminta untuk membacakan pertanyaan-pertanyaannya sebelum memberikan jawaban secara tertulis. Jawaban-jawaban tersebut yang kemudian dianalisis oleh peneliti. Kelemahannya adalah peneliti tidak/kurang mendapatkan informasi mengenai ekspresi wajah, perasaan yang tampak dalam bahasa nonverbal.
7. Metode Pemeriksaan Psikologis
Memberikan tes-tes psikologi seperti tes intelegensi, kepribadian, dll, untuk lebih memahami individu.
RUANG LINGKUP PSIKOLOGI
Seorang ahli psikologi dapat berkarya dalam banyak bidang psikologi, antara lain:
• Psikologi Eksperimental dan Fisiologi
Tugas ahli psikologi dalam bidang ini adalah menyelidiki/mempelajari bagaimana orang bereaksi terhadap rangsangan indera, belajar dan mengingat, dll melalui metode eksperimen. Eksperimen dilakukan pada binatang untuk mencari hubungan antara tingkah laku hewan dan manusia. Para ahli psikologi fisiologi menemukan hubungan antara proses biologi dengan tingah laku.
• Psikologi Perkembangan
Bidang psikologi perkembangan memusatkan perhatiannya pada perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk tingkah laku sejak lahir sampai berusia lanjut. Penerapannya membantu anak-anak yang mengalami gangguan tingkah laku atau gangguan psikologis. Jenis gangguan tingkah laku pada anak berbeda dengan orang dewasa karena itu metode penangannya juga berbeda.
• Psikologi Sosial
Menekankan pada cara berinteraksi dengan orang lain yang mempengaruhi sikap dan tingkah laku. Tujuannya dalah membantu orang untuk dapat beradaptasi dalam lingkungan pekerjaan atau kelompok sosial, dan melakukan survey tentang pendapat masyarakat dalam bidang pemasaran.
• Psikologi Kepribadian
Bidang psikologi kepribadian menekankan perbedaan individu dan berusaha mengelompokan individu serta mempelajari kualitas setiap individu yang unik.
• Psikologi Klinis
Fokus perhatiannya pada asas-asas psikologi pada diagnosis dan perawatan masalah emosi dan tingkah laku, seperti masalah kenakalan remaja, penyakit jiwa, keterbelakangan mental, kecanduan obat-obatan, tindakan kriminal, sampai masalah-masalah penyesuaian diri yang tidak terlalu rumit.
• Psikologi Konseling
Peran para ahli psikologi konseling hampir sama dengan para ahli psikologi klinis. Perbedaannya dalah pada taraf permasalahan yang dihadapi. Para ahli psikologi konseling (konselor) melakukan penyulihan/konseling untuk membantu orang-orang yang mempunyai masalah emosi pada taraf yang masih sedang/ringan. Konselor melakukan konsultasi menggunakan pertanyaan spesifik seperti pilihan karir, jurusan program studi. Konselor juga kadang menggunakan tes-tes untuk mengetahui bakat, minat, sikap atau tipe kepribadian untuk lebih memahami klien.
• Psikologi Sekolah dan Pendidikan
Tingkat pendidikan sekolah dasar dan menengah merupakan awal munculnya masalah-masalah emosi/penyesuaian diri pada anak/remaja. Para ahli psikologi sekolah berinteraksi dengan setiap anak untuk mengevaluasi kegiatan belajar dan masalah emosi, memberikan tes-tes bakat/minat, berkonsultasi dengan para guru/orang tua, dan merencanakan cara memberi bantuan pada anak baik untuk di kelas maupun di rumah.
• Psikologi Industri dan Organisasi
Para ahli psikologi industri bekerja disuatu lembaga organisasi/perusahaan. Peran ahli psikologi industri/organisasi adalah memilih orang /calon karyawan yang paling tepat untuk memegang pekerjaan tertentu, menyusun program latihan kerja dan membantu perusahaan mengambil keputusan mengenai masalah-masalah yang menyangkut karyawan.
Psychology berasal dari kata Yunani, yaitu psyche yang artinya jiwa dan logos yang artinya ilmu. Jadi psikologi adalah ilmu yang mempelajari jiwa. Jiwa adalah konsep yang terlalu abstrak, dilain pihak suatu disiplin ilmu dituntut untuk mempunyai ciri-ciri ilmu pengetahuan (yaitu ilmu menuntut objeknya bisa diamati, dicatat dan diukur)
Oleh karena itu, saat ini, Psikologi didefinisikan sebagai disiplin ilmu yang mempelajari PERILAKU dan PROSES MENTAL, serta bagaimana kedua hal tersebut dipengaruhi oleh keadaan fisik dan mental organisme, serta lingkungan sekitar
BERPIKIR KRITIS TENTANG PSIKOLOGI
Bagaimana kita membedakan psychobable dengan empirical psychology ?
Di sekitar kita saat ini, istilah-istilah atau konsep-konsep psikologi banyak sekali digunakan untuk mencoba menjelaskan berbagai fenomena dalam kehidupan individu. Muncullah berbagai buku serta peralatan yang diklaim menggunakan pendekatan psikologi. Tujuannya, untuk membantu manusia dalam memahami sisi psikologis dari dirinya dan meningkatkan kapasitas psikologis itu jika diperlukan. Masalah terjadi karena buku dan peralatan tersebut ternyata dikembangkan tidak menggunakan pendekatan ilmiah yang sebenarnya. Inilah yang dikenal sebagai psychobable.
Psikologi yang empiris, akan menggunakan pendekatan berpikir kritis, yang diartikan sebagai kemampuan dan kemauan untuk mengevaluasi suatu keadaan dan membuat keputusan obyektif berdasarkan alasan yang didukung oleh bukti yang memadai, bukan oleh emosi dan anekdot.
Panduan untuk berpikir kritis itu adalah sebagai berikut:
1.Mau bertanya
2.Mendefinisikan pernyataan anda
3.Mengkaji bukti-bukti yang ada
4.Menganalisa asumsi dan bias
5.Menghindari penjelasan yang emosional
6.Tidak menyederhanakan
7.Terbuka akan interpretasi lain
8.Mentoleransi ketidakpastian
TINGKAH LAKU
Perilaku/tingkah laku (behavior) adalah segala sesuatu yang dilakukan hewan dan manusia yang dapat diamati. Pengertian ini diperluas tidak hanya mencakup perilaku yang kasat mata namun juga perilaku yang tidak kasat mata, seperti motivasi, fantasi, mimpi, perasaan, dll. Dari tindakan dan perkataan (vocal behavior) para ahli psikologi membuat kesimpulan tentang perasaan, sikap, pikiran dan proses mental yang terjadi dibalik tingkah lakunya.
Ciri-ciri perilaku:
1.Perilaku itu kasat mata tapi penyebabnya tidak selalu dapat diamati langsung.
2.Perilaku mengenal berbagai tingkatan.
3.Perilaku bervariasi menurut jenis-jenis tertentu (kognitif, afektif, psikomotorik), masing-masing merujuk pada sifat yang rasional, emosional, dan gerakan fisik dalam berperilaku.
4.Perilaku bisa disadari dan tidak disadari.
PSIKOLOGI DAN ILMU-ILMU LAIN
Psikologi bukan satu-satunya ilmu yang mempelajari tingkah laku, ada beberapa disiplin ilmu lain yang juga mempelajari berbagai aspek perilaku manusia, seperti antropologi, sosiologi, ekonomi, ilmu politik, geografi, dan sejarah. Psikologi dan disiplin-disiplin ilmu ini bergabung dalam behavior science. Perbedaan antara psikologi dan disiplin ilmu lain yang juga mempelajari perilaku adalah fokus perhatian psikologi mempelajari perilaku manusia sebagai individu sedangkan ilmu lain menekankan perilaku manusia sebagai kelompok. Psikologi tergolong juga ilmu biososial karena memusatkan perhatian pada aspek sosial perilaku organisme maupun aspek fisiologis/biologis terjadinya perilaku tersebut.
PENDEKATAN DALAM PSIKOLOGI
Satu perilaku yang sama dapat dipandang dengan cara yang berbeda, misalnya perilaku agresif dapat dipandang dari proses mental otak yang menyebabkan terjadi tindakan agresif atau dapat juga dipandang sebagai pengalaman belajar sebelumnya dari lingkungan sehingga seseorang bersikap agresif. Berikut ini beberapa pendekatan yang berbeda dalam memahami perilaku.
1. PENDEKATAN BIOLOGIS
menekankan pada bagaimana keadaan fisik dan biologis mempengaruhi perilaku, perasaan, dan pikiran.
Pendekatan ini memandang bahwa proses biologis yang mendasari perilaku dan kegiatan mental individu. Ada hubungan yang erat antara kegiatan otak, perilaku dan pengalaman. Untuk membuktikan teori ini, dilakukan penelitian pada hewan, hasilnya adalah reaksi emosional pada hewan dapat dibangkitkan dengan memberi rangsangan elektrik lemah pada beberapa bagian tertentu dalam otak.
2.PENDEKATAN BELAJAR
menekankan pada bagaimana lingkungan dan pengalaman individu mempengaruhi perilaku. Terbagi menjadi dua, yaitu behavioral dan social cognitive
3. PENDEKATAN KOGNITIF
menekankan pada apa yang di terjadi dalam pikiran seseorang
Mengacu pada proses mental dari persepsi, ingatan dan pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memecahkan masalah, dan merencanakan sesuatu untuk hidupnya. Pandangan ini menganggap bahwa manusia bukan penerima rangsangan yang pasif, otak aktif mengolah informasi yang diterima dan mengubahnya dalam bentuk dan kategori baru. Proses terjadinya perilaku tidak sesederhana teori perilaku (stimulus–respon) karena manusia dapat berpikir dan memilih dari pengalaman sebelumnya. Kemampuan otak ini disebut “sistem pengolahan informasi” dimana informasi dipilih, dibandingkan dan digabung dengan informasi lain yang sudah ada dalam ingatan; diubah, ditata kembali dan sebagainya.
4. PENDEKATAN SOCIOCULTURAL
menekankan pada aspek/kekuatan sosial dan budaya di luar individu
5. PENDEKATAN PSIKODINAMIS
menekankan pada dinamika ketdksadaran individu
Pendekatan ini dikembangkan oleh Sigmund Freud berdasarkan studi kasus dari para pasien secara individual. Dasar pemikiran teori Freud adalah sebagian besar tingkah laku kita berasal dari proses yang tidak disadari (unconscious process), seperti rasa takut, keinginan, pemikiran yang tidak disadari tetapi mempengaruhi tingkah lakunya. Dorongan pada masa kanak-kanak yang dilarang orangtua, masyarakat berasal dari naluri bawaan (innate instinc), yaitu dorongan agresi dan dorongan seksual. Setiap orang lahir dengan innate instinc yang berbeda-beda. Oleh karena itu tingkah laku yang sama kemungkinan dipengaruhi oleh innate instinc yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang tidak sama. Larangan-larangan hanya akan mengontrol dorongan sadar seorang anak namun digantikan dengan dorongan tidak sadar dan muncul melalui mimpi, cara/kebiasaan berbicara, penyakit jiwa, gaya artistik, gaya sastra, yang mempengaruhi tingkah laku. Freud memandang kodrat manusia cenderung negatif karena Freud memandang alasan manusia melakukan sesuatu karena alasan-alasan yang tidak disadari, bukan karena alasan yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan. Contohnya pandangan Freud mengenai dorongan agresi adalah naluri yang sangat kuat sehingga Freud memandang pesimis manusia dapat hidup rukun bersama.
METODE UNTUK MEMAHAMI MANUSIA
Berbagai metode yang digunakan bidang ilmu psikologi untuk lebih memahami manusia antara lain adalah:
1. Metode Eksperimen
Beberapa kondisi dalam lingkungan individu sudah ‘diatur’ (dimanipulasi) oleh peneliti. Tujuannya adalah untuk melihat hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Contohnya: Hubungan pemberian hadiah/reward dengan produktivitas kerja. Peneliti harus mengontrol variabel-variabel lain yang juga mempengaruhi produktivitas kerja namun tidak ingin diteliti.
2. Metode Observasi Alamiah/wajar
Melakukan pengamatan terhadap situasi alamiah, proses interaksi individu dengan lingkungannya. Bila tujuan dan keberadaan pengamat diketahui oleh subjek yang diobservasi dinamakan observasi terang-terangan (overt observation). Sebaliknya bila subjek tidak menyadari kehadiran observer maka dinamakan covert observation). Jika pengamat terjun langsung p[ada kegiatan yang sedang dilakukan subjek maka pengamatan dilakukan dengan berperan serta (participant observation). Perbedaan antara pengamatan sehari-hari dengan observasi adalah observasi dilakukan secara sistematis dan objektif dengan mengesampingkan kepentingan, minat pribadi, prasangka, perasaan dan anggapan pengamat.
3. Metode Survei
Selain mengamati, subjek juga ditanya dengan menggunakan kuesioner, maupun pertanyaan terbuka yang sudah disusun oleh peneliti. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bertanya kepada responden (orang yang menjawab kuesioner) sehingga hanya dapat dilakukan pada sebagian kecil responden.
4.Metode wawancara
Merupakan salah satu metode untuk lebih memahami individu dengan bertanya tentang aspek-aspek psikologis yang dialami subjek penelitian. Pada metode ini kepercayaan dari subjek kepada peneliti adalah unsur yang penting, oleh karena itu sebelum wawancara penting melakukan raport (membina hubungan yang lebih akrab dengan subjek penelitian), misalnya berkenalan, dan beramah tamah.
Ada beberapa macam wawancara:
- Wawancara bebas: peneliti tidak memberi batasan pertanyaan dan subjek
penelitian bebas memberi jawaban seluas-luasnya.
- Wawancara terarah: peneliti mempunyai beberapa pokok pertanyaan yang harus
diikuti.
- Wawancara terbuka: pertanyaan-pertanyaan sudah ditentukan sebelumnya secara
terstruktur, tetapi jawaban tidak terikat/tidak ada batasan.
- Wawancara tertutup: Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sudah ditentukan
sebelumnya oleh peneliti demikian juga jawaban-jawaban sudah disediakan dan
subjek memilih dari jawaban yang sudah disediakan.
5. Riwayat Kehidupan
Riwayat kehidupan/sejarah hidup seseorang dapat menjadi sumber untuk lebih memahami individu yang diteliti. Pembuatan riwayat kehidupan dapat dilakukan dengan beberapa cara:
- Buku harian: subjek yang akan diteliti menuliskan buku harian dalam kurun waktu tertentu kemudian hasil buku harian itu menjadi bahan penelitian.
- Rekonstruksi biografi: dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai riwayat hidup subjek yang akan diteliti. Data ini kemudian disusun menjadi biografi. Data yang dikumpulkan didapatkan melalui wawancara dengan orang yang bersangkutan (auto anamnesa) dan wawancara dengan orang lain yang mempunyai hubungan dekat dengan subjek (allo anamnesa)
6. Angket
Merupakan metode wawancara tertulis. Orang yang akan diteliti diminta untuk membacakan pertanyaan-pertanyaannya sebelum memberikan jawaban secara tertulis. Jawaban-jawaban tersebut yang kemudian dianalisis oleh peneliti. Kelemahannya adalah peneliti tidak/kurang mendapatkan informasi mengenai ekspresi wajah, perasaan yang tampak dalam bahasa nonverbal.
7. Metode Pemeriksaan Psikologis
Memberikan tes-tes psikologi seperti tes intelegensi, kepribadian, dll, untuk lebih memahami individu.
RUANG LINGKUP PSIKOLOGI
Seorang ahli psikologi dapat berkarya dalam banyak bidang psikologi, antara lain:
• Psikologi Eksperimental dan Fisiologi
Tugas ahli psikologi dalam bidang ini adalah menyelidiki/mempelajari bagaimana orang bereaksi terhadap rangsangan indera, belajar dan mengingat, dll melalui metode eksperimen. Eksperimen dilakukan pada binatang untuk mencari hubungan antara tingkah laku hewan dan manusia. Para ahli psikologi fisiologi menemukan hubungan antara proses biologi dengan tingah laku.
• Psikologi Perkembangan
Bidang psikologi perkembangan memusatkan perhatiannya pada perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk tingkah laku sejak lahir sampai berusia lanjut. Penerapannya membantu anak-anak yang mengalami gangguan tingkah laku atau gangguan psikologis. Jenis gangguan tingkah laku pada anak berbeda dengan orang dewasa karena itu metode penangannya juga berbeda.
• Psikologi Sosial
Menekankan pada cara berinteraksi dengan orang lain yang mempengaruhi sikap dan tingkah laku. Tujuannya dalah membantu orang untuk dapat beradaptasi dalam lingkungan pekerjaan atau kelompok sosial, dan melakukan survey tentang pendapat masyarakat dalam bidang pemasaran.
• Psikologi Kepribadian
Bidang psikologi kepribadian menekankan perbedaan individu dan berusaha mengelompokan individu serta mempelajari kualitas setiap individu yang unik.
• Psikologi Klinis
Fokus perhatiannya pada asas-asas psikologi pada diagnosis dan perawatan masalah emosi dan tingkah laku, seperti masalah kenakalan remaja, penyakit jiwa, keterbelakangan mental, kecanduan obat-obatan, tindakan kriminal, sampai masalah-masalah penyesuaian diri yang tidak terlalu rumit.
• Psikologi Konseling
Peran para ahli psikologi konseling hampir sama dengan para ahli psikologi klinis. Perbedaannya dalah pada taraf permasalahan yang dihadapi. Para ahli psikologi konseling (konselor) melakukan penyulihan/konseling untuk membantu orang-orang yang mempunyai masalah emosi pada taraf yang masih sedang/ringan. Konselor melakukan konsultasi menggunakan pertanyaan spesifik seperti pilihan karir, jurusan program studi. Konselor juga kadang menggunakan tes-tes untuk mengetahui bakat, minat, sikap atau tipe kepribadian untuk lebih memahami klien.
• Psikologi Sekolah dan Pendidikan
Tingkat pendidikan sekolah dasar dan menengah merupakan awal munculnya masalah-masalah emosi/penyesuaian diri pada anak/remaja. Para ahli psikologi sekolah berinteraksi dengan setiap anak untuk mengevaluasi kegiatan belajar dan masalah emosi, memberikan tes-tes bakat/minat, berkonsultasi dengan para guru/orang tua, dan merencanakan cara memberi bantuan pada anak baik untuk di kelas maupun di rumah.
• Psikologi Industri dan Organisasi
Para ahli psikologi industri bekerja disuatu lembaga organisasi/perusahaan. Peran ahli psikologi industri/organisasi adalah memilih orang /calon karyawan yang paling tepat untuk memegang pekerjaan tertentu, menyusun program latihan kerja dan membantu perusahaan mengambil keputusan mengenai masalah-masalah yang menyangkut karyawan.
Senin, 27 Juni 2011
Sejarah Dunia Pendidikan
Kutipan yang terkenal dari Francis Bacon tersebut jelas mengungkapkan pentingnya pendidikan bagi manusia. Sumber pokok kekuatan manusia adalah pengetahuan. Mengapa? Karena manusia dengan pengetahuannya mampu melakukan olah-cipta sehingga ia mampu bertahan dalam masa yang terus maju dan berkembang. Dan proses olah-cipta tersebut terlaksana berkat adanya sebuah aktivitas yang dinamakan PENDIDIKAN. Pendidikan menurut KBBI berarti sebuah kegiatan perbaikan tata-laku dan pendewasaan manusia melalui pengetahuan. Bila kita lihat jauh ke belakang, pendidikan yang kita kenal sekarang ini sebenarnya merupakan ”adopsi” dari berbagai model pendidikan di masa lalu.
Informasi mengenai bagaimana model pendidikan di masa prasejarah masih belum dapat terekonstruksi dengan sempurna. Namun bisa diasumsikan ”media pembelajaran” yang ada pada masa itu berkaitan dengan konteks sosial yang sederhana. Terutama berkaitan dengan adaptasi terhadap lingkungan di kelompok sosialnya.
Pendidikan Masa Hindu-Buddha
Sistem pendidikan pada masa lalu baru dapat terekam dengan baik pada masa Hindu-Buddha. Menurut Agus Aris Munandar dalam tesisnya yang berjudul Kegiatan Keagamaan di Pawitra Gunung Suci di Jawa Timur Abad 14—15(1990). Sistem pendidikan Hindu-Buddha dikenal dengan istilah karsyan. Karsyan adalah tempat yang diperuntukan bagi petapa dan untuk orang-orang yang mengundurkan diri dari keramaian dunia dengan tujuan mendekatkan diri dengan dewa tertinggi. Karsyan dibagi menjadi dua bentuk yaitu patapan dan mandala.
Patapan memiliki arti tempat bertapa, tempat dimana seseorang mengasingkan diri untuk sementara waktu hingga ia berhasil dalam menemukan petunjuk atau sesuatu yang ia cita-citakan. Ciri khasnya adalah tidak diperlukannya sebuah bangunan, seperti rumah atau pondokan. Bentuk patapan dapat sederhana, seperti gua atau ceruk, batu-batu besar, ataupun pada bangunan yang bersifat artificial. Hal ini dikarenakan jumlah Resi/Rsi yang bertapa lebih sedikit atau terbatas. Tapa berarti menahan diri dari segala bentuk hawa nafsu, orang yang bertapa biasanya mendapat bimbingan khusus dari sang guru, dengan demikian bentuk patapan biasanya hanya cukup digunakan oleh seorang saja.
Istilah kedua adalah mandala, atau disebut juga kedewaguruan. Berbeda dengan patapan, mandala merupakan tempat suci yang menjadi pusat segala kegiatan keagamaan, sebuah kawasan atau kompleks yang diperuntukan untuk para wiku/pendeta, murid, dan mungkin juga pengikutnya. Mereka hidup berkelompok dan membaktikan seluruh hidupnya untuk kepentingan agama dan nagara. Mandala tersebut dipimpin oleh dewaguru.
Berdasarkan keterangan yang terdapat pada kropak 632 yang menyebutkan bahwa ” masih berharga nilai kulit musang di tempat sampah daripada rajaputra (penguasa nagara) yang tidak mampu mempertahankan kabuyutan atau mandala hingga jatuh ke tangan orang lain” (Atja & Saleh Danasasmita, 1981: 29, 39, Ekadjati, 1995: 67), dapat diketahui bahwa nagara atau ibu kota atau juga pusat pemerintahan, biasanya dikelilingi oleh mandala. Dalam hal ini, antara mandala dan nagara tentunya mempunyai sifat saling ketergantungan. Nagara memerlukan mandala untuk dukungan yang bersifat moral dan spiritual, mandala dianggap sebagai pusat kesaktian, dan pusat kekuatan gaib.
Dengan demikian masyarakat yang tinggal di mandala mengemban tugas untuk melakukan tapa. Kemakmuran suatu negara, keamanan masyarakat serta kejayaan raja sangat tergantung dengan sikap raja terhadap kehidupan keagamaan. Oleh karena itu, nagara perlu memberi perlindungan dan keamanan, serta sebagai pemasok keperluan yang bersifat materiil (fasilitas dan makanan), agar para pendeta/wiku dan murid dapat dengan tenang mendekatkan diri dengan dewata.
Pendidikan Masa Islam
Sistem pendidikan yang ada pada masa Hindu-Buddha kemudian berlanjut pada masa Islam. Bisa dikatakan sistem pendidikan pada masa Islam merupakan bentuk akulturasi antara sistem pendidikan patapan Hindu-Buddha dengan sistem pendidikan Islam yang telah mengenal istilah uzlah (menyendiri). Akulturasi tersebut tampak pada sistem pendidikan yang mengikuti kaum agamawan Hindu-Buddha, saat guru dan murid berada dalam satu lingkungan permukiman (Schrieke, 1957: 237; Pigeaud, 1962, IV: 484—5; Munandar 1990: 310—311). Pada masa Islam sistem pendidikan itu disebut dengan pesantren atau disebut juga pondok pesantren. Berasal dari kata funduq (funduq=Arab atau pandokheyon=Yunani yang berarti tempat menginap).
Bentuk lainnya adalah, tentang pemilihan lokasi pesantren yang jauh dari keramaian dunia, keberadaannya jauh dari permukiman penduduk, jauh dari ibu kota kerajaan maupun kota-kota besar. Beberapa pesantren dibangun di atas bukit atau lereng gunung Muria, Jawa Tengah. Pesantern Giri yang terletak di atas sebuah bukit yang bernama Giri, dekat Gersik Jawa Timur (Tjandrasasmita, 1984—187). Pemilihan lokasi tersebut telah mencontoh ”gunung keramat” sebagai tempat didirikannya karsyan dan mandala yang telah ada pada masa sebelumnya (De Graaf & Pigeaud, 1985: 187).
Seperti halnya mandala, pada masa Islam istilah tersebut lebih dikenal dengan sebutan ”depok”, istilah tersebut menjadi nama sebuah kawasan yang khas di kota-kota Islam, seperti Yogyakarta, Cirebon dan Banten. Istilah depok itu sendiri berasal dari kata padepokan yang berasal dari kata patapan yang merujuk pada arti yang sama, yaitu “tempat pendidikan. Dengan demikian padepokan atau pesantren adalah sebuah sistem pendidikan yang merupakan kelanjutan sistem pendidikan sebelumnya.
Pendidikan Masa Kolonial
Pada masa ini, wajah pendidikan Indonesia lebih terlihat sebagai sosok yang memperjuangkan hak pendidikan. Hal ini dikarenakan pada saat itu, sistem pendidikan yang diberlakukan oleh pemerintah kolonial adalah sistem pendidikan yang bersifat diskriminatif. Artinya hanya orang Belanda dan keturunannya saja yang boleh bersekolah, adapun pribumi yang dapat bersekolah merupakan pribumi yang berasal dari golongan priyayi. Adapun prakteknya sistem pendidikan pada masa kolonial lebih mengadopsi pendidikan ala Eropa.
Namun kemudian mulai timbul kesadaran dalam perjuangan untuk menyediakan pendidikan untuk semua kalangan, termasuk pribumi. Maka hadirlah berbagai institusi pendidikan yang lebih memihak rakyat, seperti misalnya Taman Siswa dan Muhammadiyah.
Pada masa ini sistem Eropa dan tradisional (pesantren) sama-sama berkembang. Bahkan bisa dikatakan, sistem ini mengadopsi sistem pendidikan seperti yang kita kenal sekarang: Mengandalkan sistem pendidikan pada institusi formal macam sekolah dan pesantren.
Pendidikan: Berawal dari Keluarga
Pendidikan abad 21 diwarnai dengan pengaruh globalisasi. Berbagai sistem pendidikan berlomba-lomba diadopsi, dikembangkan dan disesuaikan. Institusi-institusi pendidikan mulai menjamur. Namun muncul kritik dari beberapa orang seperti Ivan Illich, yang menganggap sistem pendidikan hanya berorientasi untuk menghasilkan tenaga kerja untuk kepentingan industri semata. Pendidikan kehilangan maknanya sebagai sarana pembelajaran.
Kemudian muncul sebuah ide Home Schooling, yaitu pendidikan yang tidak mengandalkan institusi formal, tapi tetap bisa dilakukan di rumah sesuai kurikulum. Home Schooling adalah pola pendidikan yang dilatarbelakangi adanya ketidakpercayaan terhadap fenomena negatif yang umum terdapat pada institusi formal: adanya bullying, serta metode yang didaktis dan seragam.
Namun bukan berarti institusi pendidikan formal tidak menyesuaikan diri. Kini, timbul kesadaran bahwa prestasi bukanlah angka-angka yang didapat di ujian, atau merah-birunya rapor. Melainkan adanya kesadaran akan pentingnya sebuah kurikulum berdasarkan kompetensi.
Dari rangkaian sejarah pendidikan yang panjang ini ada satu esensi yang bisa kita ambil yaitu seperti apapun bentuknya, keberhasilan pendidikan pada dasarnya tidak hanya tanggung jawab dari pengelola pendidikan saja tetapi juga menuntut peranan dari orangtua yang tidak kalah pentingnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
PERANAN ORANG TUA BAGI REMAJA
Orang tua adalah peran yang snagat pentig bagi keluarga, terutama bagi anak-anak. Menjadi orang tua itu tidaklah mudah karena sebagai ...
-
" Self harm merupakan suatu tindakan atau dorongan untuk menyakiti atau melukai diri yang tentunya akan merugikan dirinya sendiri pu...
-
Bhinneka Tunggal Ika bisa ditemukan dalam Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular yang ditulis pada abad XIV pada era Kerajaan Majapahit. Mpu T...
-
Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengumumkan secara resmi menteri-menteri yang akan membantunya di kabinet. Kabinet ini diberi nama Kab...

