Berikut ini adalah terjemahan dari “Saint
Joseph Catholic Manual” (copyright 1956)
Masa Sengsara Yesus:
Masa
Sengsara Yesus dimulai pada Minggu ke- 5 Masa Prapaska, yang dikenal sebagai
Minggu Sengsara, dan dari hari itu sampai Paska, Gereja masuk lebih dalam lagi
ke dalam Kisah Sengsara Tuhan Yesus dan membawa sengsara-Nya lebih dan lebih
dalam lagi ke hadapan umat-Nya. Liturgi mengesampingkan semua lambang suka cita
dan menampilkan dalam kata dan perbuatan, kesedihan dan penitensi yang harus
mengisi setiap jiwa orang Kristen pada saat merenungkan peristiwa- peristiwa
akhir dalam kehidupan Penyelamat kita di dunia ini.
Sebelum
Vespers pada hari Sabtu sebelum Minggu Sengsara, crucifix (salib
Yesus), patung-patung dan gambar-gambar di altar dan di sekitar gereja ditutup
dengan kain ungu polos, kecuali gambar-gambar Jalan Salib. Salib Tuhan Yesus
ditutupi kain ungu sampai hari Jumat Agung, sedangkan patung- patung dan
gambar- gambar lainnya tetap ditutup sampai pada saat Gloria pada Sabtu Suci.
Patung-patung dan gambar- gambar para malaikat dan santa-santo ditutup, untuk
menunjukkan bahwa Gereja membungkus dirinya sendiri dan berkabung saat Tuhannya
sedang mempersiapkan Diri untuk mengalami kesengsaraan dan kematian untuk
menebus dunia. Dengan semua tanda-tanda lahiriah dan upacara Masa Sengsara,
umat beriman diingatkan bagaimana Tuhan dalam keilahian-Nya di sepanjang masa
sengsara-Nya, dan dengan penglihatan dan pendengaran, para pendosa diingatkan
agar bertobat dan menarik diri semakin jauh dari kesenangan- kesenangan
duniawi, dengan mendevosikan diri semakin dalam kepada doa- doa Masa Prapaska
dan merenungkan kisah sengsara Kristus yang telah wafat demi kasih-Nya kepada
mereka.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar